Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis (Materi 12)


“Strategi Pembelajaran Keterampilan Menulis di Sekolah Dasar”
A.    Pengertian Strategi Pembelajaran Menulis
Strategi Pembelajaran Menulis adalah kiat atau cara yang dilakukan agar tercapainya suatu proses dalam memahami dan menuliskan suatu rangkaian  kata, gagasan, konsep dan informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan.
B.     Pembelajaran Keterampilan Menulis Berbasis Proses Menulis
Proses menulis adalah tahapan-tahapan kegiatan dalam rangka menghasilkan suatu tulisan, yaitu prapenulisan, penulisan draf, dan revisi.
a.       Prapenulisan
Prapenulisan meliputi penentuan topik, pembatasan topik, penentuan tujuan penulisan, penentuan bahan, dan penyusunan kerangka tulisan.
b.      Penulisan Draf
Dalam sebuah draf tersebut ada paragraf yang berfungsi sebagai pendahuluan, ada beberapa paragraf yang berfungsi sebagai isi tulisan, dan ada paragraf yang berfungsi sebagai penutup.
c.       Revisi Tulisan
Tujuan revisi adalah agar tulisan yang dihasilkan berkualitas dengan baik. Revisi sebuah tulisan bisa mencakup isi, retorika, dan kebahasaan sekaligus, bisa juga sebagian dari unsur-unsur sebuah tulisan.
Prinsip-prinsip Proses Menulis
Pada prinsipnya, proses menulis terdiri atas tiga tahapan, yaitu prapenulisan, penulisan draf, dan revisi tulisan.
C.    Pembelajaran Keterampilan Menulis Berbasis Teori Pemerolehan Bahasa
a.       Teori Behavioristik
Perilaku respon dalam berbahasa merupakan akibat dari adanya stimulus. Oleh Skinner (1957), tipe respon dibedakan menjadi dua yaitu (1) respondent dan (2) operant. Respondent ialah serangkaian respon yang dipancing oleh stimulan yang dapat dikenal, misalnya gerak refleks fisik. Operant ialah sejumlah respon yang dipancing dan dikuasai oleh suatu imbalan. Oleh karena itu, belajar bahasa adalah suatu pengontrolan operant.
b.      Teori Mentalistik
Berdasarkan pandangan teori mentalistik, anak (siswa) dimungkinkan memiliki keterampilan berbahasa, sebab semua siswa memiliki kemampuan berbahasa sejak lahir. Dengan kata lain, kemampuan siswa akan selalu dilengkapi dengan masukan yang berupa sistem ejaan, kaidah kebahasaan, atau kewacanaan lewat lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut, memungkinkan siswa memiliki kemampuan atau keterampilan menulis.
c.       Teori Bialystok
Teori Bialystok dapat dimanfaatkan atau diimplikasikan dalam pembelajaran menulis. Agar pembelajaran menulis dapat berhasil dengan baik, antara lain guru harus memperhatikan input sebagai pengalaman belajar siswa. Dalam hal ini, guru harus memperhatikan sel-sel pada knowledge, yaitu (1) implicit linguistic knowledge, (2) explicit linguistic knowledge, dan (3) other knowledge. Ketiga sel itu masing-masing harus ada isinya. Tentu saja isi dari tiap-tiap sel itu harus sesuai kebutuhan. Menurut Baradja (1990:25), apabila ketiga sel itu ada isinya maka antara lain siswa akan dapat mengutarakan isi hatinya (lisan/tertulis) dengan baik.
            Prinsip-prinsip Pemerolehan Bahasa
(1)      Menerapkan prinsip “kuantitas pengulangan” dalam berlatih menulis. Dalam pembelajaran keterampilan menulis, semakin sering ada kegiatan berlatih menulis, siswa dimungkinkan akan semakin terampil menulis.
(2)      Menerapkan prinsip “peniruan”. Dalam pembelajaran menulis, artinya meniru suatu tulisan tetapi hal yang ditiru tersebut kemudian diadaptasikan pada diri siswa.
(3)      Menerapkan prinsip “penguatan”. Dalam pembelajaran keterampilan menulis, penguatan artinya pemberian persetujuan atau penolakan terhadap tulisan siswa.
(4)      Menerapkan prinsip ”potensi bawaan anak”. Anak dimungkinkan memiliki keterampilan menulis, sebab semua siswa memiliki kemampuan berbahasa sejak lahir.
(5)      Menerapkan “penyediaan masukan yang baik”. Pembelajaran keterampilan menulis dapat berhasil, apabila guru memperhatikan atau menyediaakan masukan yang baik sebagai pengalaman belajar siswa.


Komentar