Strategi Pembelajaran Keterampilan Membaca di Sekolah Dasar (Materi 9)
“Strategi
Pembelajaran Keterampilan Membaca di Sekolah Dasar”
1. Pengertian
Strategi Pembelajaran Membaca
Strategi pembelajaran membaca
adalah kiat atau cara yang dilakukan agar tercapainya suatu proses dalam
memahami dan mengambil makna suatu kata, gagasan, konsep dan informasi yang
disajikan dalam bentuk tulisan.
2. Metode
Pembelajaran Membaca SQ3R
SQ3R atau metode telaah tugas merupakan
salah satu metode pengajaran membaca yang digunakan dalam kelas-kelas tingkat
lanjut. S adalah singkatan dari Survey, Q adalah singkatan dari question,
Rl adalah read, R2 adalah recite dan R3 adalah review.
Tampubolon memberi singkatan SQ3R dalam bahasa Indonesia sebagai survei,
tanya, baca, katakan, dan ulang.
Lima tahap kegiatan dalam metode SQ3R
berikut:
1)
Survey,
artinya
meninjau, meneliti, menjajaki, yakni membaca bagian-bagian permulaan buku,
seperti halaman judul, kata pengantar, daftar isi, judul bab/subbab, indeks,
glosari, dan lain-lain.
2) Question
(bertanya),
yakni mempertanyakan hal-hal sekaitan dengan apa yang diperkirakan muncul dalam
bacaan.
3) Read
(membaca).
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan pada tahap Question.
4) Recite
(menceritakan
kembali). Tahap selanjutnya adalah menceritakan kembali isi bacaan yang telah
dibaca. Kegiatan menceritakan kembali isi bacaan ini biasanya disertai dengan
pembuatan ikhtisar.
5) Review
(meninjau
kembali). Kegiatan meninjau kembali dimaksudkan untuk memeriksa ulang
bagian-bagian yang telah dibaca dan dipahami pembaca sebelum meneruskan
kegiatan bacanya pada bacaan atau mungkin bab lain.
3. Metode
Pembelajaran Membaca Cepat
Membaca cepat artinya membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak
mengabaikan pemahamannya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan dengan tujuan
membaca, keperluan (aspek bacaan yang digali), dan berat ringannya bahan bacaan
.
Metode membaca cepat menuntut kecepatan yang paling tinggi. Pembaca harus
menggerakkan matanya secara cepat pada seluruh halaman, siap siaga menyaring,
atau menyedot informasi tertentu, pengertian tertentu yang dapat memenuhi
tujuan semula membaca.
4. Metode
Pembelajaran Membaca Scrambel
Scrambel adalah sejenis permainan anak-anak, yang pada dasarnya merupakan
latihan pengembangan dan peningkatan wawasan pemilikan kosakata mereka.
Scrambel terbagi tiga:
1. Scramble kata, yaitu sebuah permainan menyusun
kata-kata dari huruf-huruf yang telah diacak letak huruf-hurufnya sehingga
membentuk suatu kata tertentu yang bermakna.
2. Scramble kalimat, yaitu sebuah permainan menyusun
kalimat dari kata-kata acak sehingga membentuk kalimat logis, bermakna, tepat,
dan benar.
3. Scramble wacana, yaitu sebuah permainan menyusun
wacana logis berdasarkan kalimat-kalimat acak, sehingga membentuk wacana logis
dan bermakna.
5. Metode
Pembelajaran Membaca Isian Rumpang
Metode isian rumpang merupakan metode pembelajaran membaca berupa
penyajian suatu wacana yang secara sengaja dirumpangkan. Fungsi utama dari prosedur isian
rumpang adalah sebagai alat ukur dan sebagai alat ajar. Sebagai alat ukur
tingkat keterbacaan wacana, bermanfaat untuk menguji tingkat kesukaran dan
kemudahan bahan bacaan, mengklasifikasikan tingkat baca siswa (pembaca), dan
mengetahui kelayakan wacana sesuai dengan peringkat siswa. Sebagai alat ajar,
isian rumpang dipergunakan untuk melatih kemampuan dan keterampilan membaca
siswa dalam hal penggunaan isyarat sintaksis, penggunaan isyarat semantik,
pengunaan isyarat skematik, peningkatan kosakata, dan peningkatan daya nalar dan
sikap kritis siswa terhadap bahan bacaan.
6. Media
dan PenilaianPembelajaran Membaca
Media Pembelajaran Membaca
a. Media
massa/surat kabar
Media
massa/surat kabar merupakan sumber ide atau informasi bagi pembelajaran
membaca. Media massa/surat kabar ini, di samping refatif murah pengadaannya,
juga lebih mudah dalam penggunaannya, dalam arti tidak memerlukan peralatan
khusus, serta lebih luwes dalam pengertian mudah digunakan, dibawa, atau
dipindahkan.
b. Buku
fiksi dan non fiksi
Selain media massa media yang dapat dipergunakan dalam
pembelajaran membaca adalah buku fiksi dan non fiksi.
Penilaian Kemampuan Membaca
a. Hal-hal
yang dinilai dalam membaca
Harsiati (2003) membatasi cakupan kemampuan yang
dapat diukur dalam tes membaca, yaitu: (1) kemampuan literal (kemampuan
memahami isi teks berdasarkan aspek kebahasaan yang tersurat), (2) kemampuan
inferensia (kemampuan memahami isi teks yang tersirat/menyimpulkan isi yang
tidak langsung ada dalam teks), (3) kemampuan reorganisasi (penyarian/ penataan
kembali ide pokok: dan ide penjelas dalam paragraf maupun ide-ide pokok
paragraf yang mendukung tema bacaan), (4) kemampuan evaluatif (untuk menilai
keakuratan, kermanfaatan, kejelasan isi teks), dan (5) kemampuan apresiasi
(kemampuan menghargai teks).
b.
Cara menilai kemampuan membaca siswa
Tes membaca dilakukan dengan meminta siswa membaca
teks yang relevan dengan tema dan tingkat kesukarannya, kemudian siswa diminta
menjawab pertanyaan.
c. Format
penilaian kemampuan membaca siswa
Evaluasi proses membaca setidaknya memperhatikan tiga
aspek, yakni aktivitas pembacaan, pemahaman isi, dan penilaian isi.
Komentar
Posting Komentar